Web Content Filtering

Mukti Winanda/23213094  & Rizka Widyarini/23213018

v:* {behavior:url(#default#VML);}
o:* {behavior:url(#default#VML);}
w:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
Pengertian Web Content Filtering

Web content filtering merupakan saringan konten website yang digunakan oleh perorangan, kelompok, maupun organisasi untuk melakukan penyaringan terhadap situs-situs yang tidak diperbolehkan oleh pihak berwenang maupun yang tidak berhubungan dengan tujuan bisnis atau organisasi agar tidak dapat diakses.

Penyaringan konten perangkat lunak serta akses terhadap website yang aman oleh pengguna merupakan penggambaran perangkat lunak yang dirancang untuk membatasi atau mengontrol isi dari website yang diakses oleh pengguna, dan juga ketika membatasi bahan yang disampaikan melalui internet via web, e-mail, atau cara lain.

Kendali konten perangkat lunak nantinya akan menentukan konten apa saja yang tersedia maupun konten-konten yang tidak boleh diakses atau diblokir. Pembatasan tersebut dapat diterapkan di berbagai tingkatan: perorangan, kelompok, sekolah (pendidikan), organisasi, maupun pada penyedia jasa layanan internet (Internet Service Provider).

Pemasangan Web Content Filtering

Posisi yang tepat dalam penempatan web filtering dapat mengoptimalkan penggunaan dari filtering tersebut. Dalam hal pemasangan web content filtering, dapat dilakukan pada tiga tempat, yaitu:

1. Terpasang di komputer pribadi / Laptop pengguna

2. Terpasang di jaringan lokal baik di rumah, kantor, sekolah, dan kampus

3. Terpasang di Internet Service Provider (ISP)

1.  Komputer Pribadi / Laptop Pengguna

Saringan ataupun filtering yang tersedia pada pengguna pribadi umumnya berbentuk aplikasi yang dapat diunduh dari internet maupun yang berbentuk plugin yang terpasang pada browser.  Banyak aplikasi yang beredar untuk melakukan  saringan ini dan dapat dengan mudah diperoleh melalui situs internet.

Sebagian besar filtering yang beredar merupakan buatan perusahaan/organisasi dari Eropa dan Amerika, sehingga kategorisasi situs yang diberikan tentu berdasarkan aturan/budaya negara ini.  Pada negara- negara tersebut, yang menjadi konsentrasi dalam melakukan filtering adalah pornografi anak seperti halnya playboy.com. Situs tersebut merupakan pornografi namun bagi mereka situs ini termasuk kategori dewasa (adult content).  Inilah yang harus menjadi konsiderasi kita dalam memilih saringan baik yang akan dijalankan pada komputer pribadi.

Aplikasi penyaringan yang berjalan di komputer rata rata memiliki dua versi, yaitu gratis dan berbayar.  Fitur yang tersedia di aplikasi yang berbayar tentu akan berbeda jauh dengan yang versi gratis. Kelebihan jika saringan tersebut terpasang di komputer pribadi ialah dapat di sesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

2. Jaringan lokal (rumah, kantor, sekolah/kampus)

Teknologi yang banyak digunakan untuk melakukan penyaringan di tingkat jaringan lokal baik itu dirumah, kantor, maupun sekolah atau warnet adalah Proxy.  Kita mengenal Squid Proxy sebagai aplikasi yang paling sering digunakan oleh para Sys Admin.  Dengan menambahkan beberapa komponen seperti Squid Guard atau Dansguardian maka Squid proxy tersebut akan berfungsi sebagai penyaring internet.  Dari sisi efektifitas, saringan berbasis pada proxy termasuk efektif apalagi jika diset sebagai transparant proxy.

Namun ada keterbatasan yang harus diperhitungkan:  jumlah database yang bisa di masukkan ke dalam sebuah proxy sebenarnya terbatas.  Dari hasil percobaan di tingkat warnet, jika database sudah mencapai angka 500.000 situs maka akan terjadi delay yang sangat mengganggu kenyamanan berselancar.  Ini tentu menjadi pertimbangan utama yang menunjukkan sistem seperti ini sebenarnya tidak cocok untuk di gunakan di tingkat yang lebih tinggi (ISP/Carrier) karena membutuhkan sumber daya yang sangat besar dan efek buruk pada delay yang besar.  Selain itu, proxy juga mengubah source IP Address dari pengguna dan dapat menjadi masalah dalam mengakses beberapa situs (contoh: situs file sharing).

Khusus untuk Dansguardian yang melakukan penyaringan dengan metoda kata kunci, akan memberikan kerepotan tersendiri karena Sys Admin harus merawat sebuah whitelist (daftar situs yang dibebaskan dari saringan walaupun berisi kata kunci yang ditetapkan).  Kesalahan penyaringan teknologi dengan metoda kata kunci memang lebih besar dibandingkan metoda blacklist (daftar situs yang perlu disaring). Di masa web 2.0 dimana situs umumnya memanfaatkan CMS (Content Management System) dan kata kunci saat ini bisa  dibuat otomatis oleh CMS berdasarkan kata yang terdapat pada halaman web, maka semua halaman dinamis yang memiliki kata porno bisa otomatis tersaring dan tidak bisa di akses oleh pengguna.  

3. Internet Service Provider (ISP)

Faktor yang perlu dipertimbangkan pada pemilihan teknologi penyaringan di tingkat Internet Service Provider (ISP) adalah efeknya pada unjuk kerja jaringan (delay).  Kiita tentu menginginkan teknologi yang digunakan tidak berakibat apapun terhadap unjuk kerja jaringan.  Selain itu pertimbangan lainnya adalah:  biaya per pengguna, efektifitas, kemudahan implementasi dan tentu sosialisasi di tingkat pengguna.  Persiapan pada tingkat consumer services sebagai garda depan pelayanan ISP juga harus dilakukan.   Sosialisasi yang baik akan mencegah protes dari pengguna sebab mereka telah diinformasikan sebelumnya jika akan terjadi penyaringan.  

Teknologi yang bisa di pertimbangkan untuk tingkat ISP adalah: DNS Poisoning, Pass-by Filter Appliance dan BGP Filtering.  Ketiga teknologi ini tidak memiliki efek pada unjuk kerja jaringan.  Yang membedakan ketiganya adalah biaya yang perlu dikeluarkan oleh pihak ISP.   Biaya yang paling perlu diperhitungkan justru bukan pada saat pertama kali memilih teknologi, namun pada biaya perawatan sistem terutama pada biaya pembaharuan database.   Seringkali sebuah teknologi terasa murah saat dibeli pertama kali namun menjadi beban operasional yang tinggi pada saat digunakan.   Perusahaan/organisasi pembuat sistem penyaringan sudah sangat mengerti akan pentingnya pembaharuan pada database agar efektifitas sistem terjaga dan otomatis sebuah pembaharuan database akan dihargai dengan biaya cukup tinggi.

Tipe/Jenis Filtering

Terdapat beberapa cara untuk melakukan filtering terhadap para pengguna yang ingin melakukan penjelajahan internet. Berikut merupakan beberapa cara untuk melakukan pembatasan akses kepada para pengguna:

Content-limited (or filtered) ISP: Merupakan penyedia layanan internet yang menawarkan akses ke hanya satu set bagian konten internet. Orang yang berlangganan pelayanan jenis ini tunduk pada pembatasan yang disediakan. Jenis filter ini berguna untuk melakukan pembatasan segala konten yang diberikan kepada pengguna.

Network-based filtering: filter jenis ini dilakukan pada transport layer sebagai transparan proxy, atau pada application layer sebagai web proxy. Penyaringan perangkat lunak termasuk didalamnya ialah fungsi untuk pencegahan kehilangan data. Semua pengguna yang tunduk pada kebijakan akses berdasarkan jaringan ini didefinisikan oleh lembaga. Penyaringan dapat disesuaikan, sehingga setiap perpustakaan sekolah menengah atas, dapat memiliki perbedaan profil penyaringan dibandingkan dengan perpustakaan sekolah menengah pertama.

Search-engine filters: banyak mesin pencari, seperti halnya Google dan Alta vista menawarkan pengguna pilihan untuk menyalakan sebuah filter yang aman. Ketika keamanan filter diaktifkan, maka akan disaring keluar link yang dirasa tidak pantas dari semua pencarian yang hasil. Jika pengguna tahu URL yang sebenarnya merupakan sebuah website yang menampilkan eksplisit konten orang dewasa, mereka memiliki kemampuan untuk akses konten tersebut tanpa menggunakan mesin pencari. Engines seperti Lycos, Yahoo dan Bing menawarkan versi kid-oriented yang hanya mengizinkan izin terhadap situs anak-anak yang ramah.

Pada pembahasan lebih lanjut, terdapat empat buah pilihan untuk penyaringan atau pembatasan konten yaitu: client based software, server based software, stand-alone appliances (hardware) and managed service.

  • Client based softwareKlien yang berbasis perangkat lunak dipasang pada workstation yang digunakan untuk menjelajahi internet. Perangkat lunak ini adalah tambahan pada web browser yang menawarkan penyaringan konten untuk level tertentu. perangkat lunak membutuhkan instalasi terpisah dan pemeliharaan untuk setiap workstation. Klien berbasis perangkat lunak dapat digunakan di lingkungan dengan jumlah pengguna yang terbatas, seperti perorangan, kelompok, maupun organisasi.
  • Server based softwareServer berbasis perangkat lunak dipasang pada host server seperti web server, proxy server, atau firewall dan dipelihara menggunakan perangkat lunak administrator. Server berbasis perangkat lunak memungkinkan untuk mengontrol pusat seluruh jaringan atau subnet tunggal pada satu instalasi. Karena perhatian dan biaya yang diperlukan, infrastruktur jaringan server-based perangkat lunak biasanya digunakan pada lingkungan menengah keatas.
  • Stand-alone applianceMerupakan perangkat hardware yang dapat diinstal pada jaringan dimana ingin dilakukan monitor dan penyaringan. Umumnya ini merupakan solusi lebih tinggi karena digunakan perangkat keras yang didedikasikan dan dioptimalkan untuk penyaringan. Solusi aplikasi dapat diskala untuk penyebaran dalam lingkungan kecil maupun besar.
  • Managed ServiceSolusi ini melibatkan sebagian outsourcing atau semua keamanan infrastruktur perusahaan termasuk penyaringan konten. Solusi keamanan dikelola dari pihak ketiga dan digunakan di semua lingkungan perusahaan.

Beberapa penyedia layanan internet (ISP) menyediakan penyaringan konten sebagai bagian dari penawaran suatu bisnis produk. Untuk mendapatkan informasi lebih banyak, pengguna dapat bertanya dan periksa penyedia jasa layanan lokal. Sistem penyaringan konten yang didedikasikan ialah yang dapat meningkatkan kinerja jaringan dan dapat mengontrol penggunaan bandwith. Produk penyaringan konten dapat juga digunakan dalam hubungannya dengan bloking yang dilakukan dengan firewall.

Berdasarkan empat jenis pilihan filter diatas, yang akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini ialah client based software. Terdapat beberapa contoh perangkat lunak yang dapat digunakan dalam melakukan penyaringan konten, misalnya K9 Web Protection, Dans Guardian, maupun Squid Guard. Perangkat lunak yang berikutnya akan dijelaskan, fitur apa saja yang dimiliki, serta bagaimana cara menggunakannya ialah K9 Web Protection.

Contoh Software Untuk Web Content Filtering

Terdapat beberapa software yang dapat digunakan untuk melakukan web content filtering. Pada contoh kali ini, digunakan K9 Web Protection yang merupakan perangkat lunak bebas yang berkelas perusahaan dan di desain untuk pengguna individu, rumah, maupun organisasi.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Content 1

Serangan malware yang meningkatkan secara eksponensial setiap harinya, bahkan pada Bulan Agustus 2009 tercatat lebih dari 56,000 serangan phishing. Oleh karena itu, untuk melindungi komputer rumah maupun organisasi yang online dari berbagai jenis ancaman, dibutuhkan suatu keamanan yang kuat, serta solusi perlindungan yang tepat dan nyata.

Dengan perlindungan dari K9 Web Protection, pengguna tidak perlu menunggu untuk memperoleh upgrade keamanan terbaru seperti list dari ancaman website terkini, namun K9 Web Protection akan memberikan perlindungan yang komprehensif yang diperlukan secara otomatis. Dengan K9 Web Protection, pengguna perorangan akan mendapatkan hasil yang sama seperti menggunakan penyaringan konten web yang biasa digunakan oleh perusahaan dan lembaga pemerintah di seluruh dunia. Dilengkapi antarmuka yang user-friendly, memungkinkan pengguna untuk mengendalikan penggunaan internet dengan mudah dan tepat.

Memblokir situs web di lebih dari 70 kategori, termasuk pornografi, perjudian, obat-obatan,  kekerasan, rasisme, malware, phishing serta memudahkan pengguna untuk menggunakan safe search pada semua search engine utama yang dipakai. Selain itu, teknologi dari Blue Coat’s Web filtering dapat memungkinkan pengguna untuk memblok konten berdasarkan kategori yang akan dikunjungi. Seperti halnya pornografi, perjudian, maupun website spesifik seperti halnya facebook.

K9 Web Protection juga menawarkan beberapa hal berikut:

Perlindungan terhadap malware secara real-time Membantu mengidentifikasikan dan memblok konten yang ilegal maupun yang tidak diinginkan secara real-time, termasuk situs yang terinfeksi malware. Pengguna juga mendapat manfaat dari layanan Web Pulse Cloud , yang merupakan komunitas yang tumbuh lebih dari 62 juta pengguna jasa yang menyediakan lebih dari enam miliar konten web real-time rating per hari.

Pemberian rating pada konten secara otomatis — Halaman dan situs website baru tercipta setiap menitnya, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberikan rating dari konten yang terdapat dalam semua situs tersebut. Untuk mkemastikan perlindungan terhadap situs baru maupun lama yang masih unrated, Blue Coat’s menyediakan teknologi Dynamic Real-Time Rating™ (DRTR) yang secara otomatis menentukan kategori dari halaman situs yang masih unrated, dan memperbolehkan atau memblok situs tersebut sesuai spesifikasi yang diperbolehkan oleh pengguna.

Perlindungan yang berkelanjutan tanpa memperlambat komputer Caching merupakan metode yang digunakan oleh web browser untuk meyimpan data yang sering digunakan, dimana dapat meningkatkna efisiensi dengan mengurangi jumlah informasi yang di request secara langsung ke internet. K9 Web Protection menggunakan  sistem teknologi caching Blue Coat’s yang unik sehingga penjelajahan dengan menggunakan internet tetap dapat dilakukan dengan cepat tanpa memperlambat komputer.

Fitur Produk

Content Categories

Pengguna dapat dengan mudah melakukan blok suatu web berdasarkan kategori konten sebagai berikut:

  • Pornografi
  • Perjudian
  • Narkoba
  • Kekerasan/Rasisme
  • Malware/Spyware
  • Phishing

Safe Search

Safe search didukung oleh banyak search engine yang terkemuka sebagai jalan untuk memblok suatu topik yang tidak diinginkan. Contohnya, safe search tidak akan menampilkan hasil pencarian yang bertemakan foto-foto dewasa. Perlindungan dari safe search juga memungkinkan pengguna untuk memastikan bahwa sebaiknya digunakan search engines yang aman, seperti : Google, A9, AltaVista, Microsoft Live, Yahoo, Ask and Orange.co.uk.

Content 2

Personal firewalls and internet security products

K9 Web Protection kompatibel dengan third-party firewall dan produk keamanan lainnya, seperti:

  • Personal firewalls: Comodo
  • Anti-virus products: Avast, Avira
  • Internet security suites: McAfee, F-Secure, Norton/Symantec, Computer Associates and Check Point ZoneAlarm

Night Guard

Sebagai tambahan, untuk mengizinkan pengguna agar dapat memasuki atau memblok akses kepada suatu web tertentu selama waktu yang telah ditentukan dalam satu hari, K9 Web Protection menawarkan NightGuard, cara yang tepat untuk memblok segala akses kepada web selama waktu yang telah ditentukan. Contohnya, pengguna dapat melakukan disable semua akses web antara pukul 10 pm sampai 7 am setiap harinya.

Content 3

Logging features

Pengguna juga dapat melakukan tracking terhadapt segala aktivitas penelusuran internet yang dilakukan dengan menggunakan K9 Web Protection, detail log dapat memperbolehkan pengguna untuk:

  • Melihat segala log setiap waktu per harinya
  • Mengorganisasikan setiap situs web yang diblok maupun situs yang diduga tidak aman
  • Memindahkan log rekaman yang lama
  • Menyimpan log baru dalam komputer dengan format yang hanya dapat dibaca dengan K9 Web Protection

Content 4

Contoh Penerapan Software Untuk Mengatasi Insiden

Sebelum menggunakan software untuk melakukan web content filtering, kita dapat langsung melakukan browsing internet secara langsung dengan berbagai konten yang diinginkan. Pada contoh dibawah diperlihatkan bahwa dilakukan penjelajahan internet ke situs www.youtube.com tanpa memperhatikan konten apa saja yang mungkin terdapat didalamnya. Selain itu, dapat pula dilakukan penjelajahan terhadap situs yang mengandung pornografi.

Content 5

Content 6

Berikutnya digunakan software K9 Web Protection untuk melakukan web content filtering terhadap setiap situs dan konten website yang akan kita kunjungi. Berikut merupakan tampilan dari halaman utama K9 Web Protection Administration, dimana kita dapat melakukan setup terhadap software tersebut. Setup dilakukan agar pengguna dapat mengatur konten apa saja yang dapat atau tidak dapat diakses oleh setiap orang ketika sedang menggunakan internet di komputer. Selain itu, dengan adanya software ini pengguna juga dapat melihat rekaman segala aktivitas internet yang telah terjadi.

Content 7

Untuk dapat melakukan perubahan setup, diperlukan proses log in terlebih dahulu dimana hanya pengguna terotentikasi saja yang dapat mengganti setup yang diinginkan. Password diperoleh saat pengguna pertama kali melakukan install software ke dalam komputer pengguna.

Content 8

Pada bagian setup software dibawah, dapat terlihat bahwa terdapat beberapa pilihan dalam melakukan pengaturan. Pada bagian sebelah kiri, pengguna dapat mengatur kategori/konten yang ingin diblok, waktu yang diperbolehkan oleh admin untuk memblok situs atau konten yang tidak diinginkan, pengecualian website yang masih dapat diakses atau tidak, kata kunci URL yang diperbolehkan, serta rekomendasi safe search yang diperbolehkan misalnya google.

Content 9

Berikut list dari konten-konten apa saja yang akan diblok oleh software apabila dirasa website yang dikunjungi memiliki konten tersebut. Kategori konten pada software ini dibagi menjadi enam bagian, yaitu high, default, moderate, minimal, monitor, dan custom. Contoh pada gambar dibawah ialah konten yang akan diblok bila menggunakan kategori default dan minimal. Pada bagian minimal dapat dilihat bahwa minimal konten yang akan diblok ialah yang memiliki unsur extreme, pornography, malware sources, suspicious, spyware effects, dan phishing. Sedangkan apabila dipilih setting pada mode default, konten tambahan yang tidak diizinkan ialah mengenai unsur adult, kekerasan, hacking, aborsi, alkohol, dan juga konten dewasa.

Content 10

Content 11

Penyaringan konten juga dapat dilakukan pada waktu yang diinginkan oleh pengguna. Pada gambar dibawah dapat dilihat bahwa akses kepada konten yang diblok dilakukan pada pukul antara 10.00 PM hingga 7.00 AM.

Content 12

Berikut ini contoh penggunaan dari software K9 Web Protection ketika pengguna ingin mengakses situs pornografi. Dapat dilihat ketika terdapat unsur konten porn pada situs yang akan dikunjungi, maka K9 Web Protection akan melakukan pembatasan akses ke situs web tersebut. Pengguna dapat kembali ke halaman sebelumnya apabila ingin melanjutkan penjelajahan di internet.

Content 13

Content 14

Untuk dapat membuat pengecualian pada situs website dengan konten yang tidak diperbolehkan, maka pada bagian setup pengguna juga dapat mengaturnya. Pada contoh dibawah dapat dilihat bahwa walaupun terdapat situs dengan konten yang dilarang, namun pengguna tetap dapat memasukinya dengan menambahkan list website yang tetap boleh dimasuki.

Content 15

Pengguna juga dapat menambahkan efek pada setiap bloking yang terjadi ketika sedang mengunjungi suatu situs yang terindikasi memiliki konten yang dilarang. Pengguna dapat memunculkan HTTPS blocks maupun bark sound ketika terdapat indikasi konten yang berbahaya. Selain itu, terdapat pula fitur enable time out jika pengguna mengakses terlalu banyak situs dengan konten yang dilarang. Hal ini akan mengakibatkan pengguna tidak dapat menggunakan internet pada waktu yang telah ditentukan.

Content 16

Disamping itu, selain pengguna dapat melakukan penyaringan web berdasarkan konten isi dari web, pengguna dapat melakukan penyaringan pada kata kunci yang dimasukkan pada URL. Pada gambar dibawah dapat dilihat bahwa kata yang diblok pada URL ialah porn dan xxx movies.

Content 17

Selain melakukan penyaringan berdasarkan konten yang terdapat dalam isi web, K9 Web Protection juga menyediakan fasilitas safe search yang dapat mengarahkan dan membuat pengguna hanya melakukan penjelajahan internet dengan search engine yang aman. Contoh penggunaan yang aman ialah Google, Yahoo, MSN, Ask, and Flickr. Penjelajahan tersebut menggunakan jaringan standar yang aman yaitu HTTPS.

Content 18

Pada K9 Web Protection, sebenarnya setiap akses yang dilarang atau diblok dapat dimasuki oleh admin dari K9. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan password log in seperti halnya ketika akan melakukan setup awal. Sebagai admin maka situs dengan konten yang dilarang dapat dimasuki secara langsung. Namun perlu diperhatikan bahwa sebaiknya yang mengetahui password ini ialah pengguna yang berwenang dan memiliki hak akses lebih saja terhadap akses internet dimana terinstall K9 Web protection di komputer.

Content 19

Content 20

Referensi

[1] Yayasan Nawala Nusantara (2012). Memilih Teknologi Penyaringan Situs/Konten Internet dan Posisi DNS Nawala Dalam Peta Penyaringan Situs. [Online], Available: http://nawala.org/berita/artikel-teknologi/86-memilih-teknologi-penyaringan-situskonten-internet-dan-posisi-dns-nawala-dalam-peta-penyaringan-situs. [Accessed: 25 Oktober 2013].

[2] SmoothWall (2013). Why you need web filtering. [Online], Available: http://www.smoothwall.net/why-choose-smoothwall/why-you-need-web-filtering. [Accessed: 25 Oktober 2013].

[3] Wikipedia (27 Oktober 2013). Content-control software. [Online], Available: http://en.wikipedia.org/wiki/Content-control_software. [Accessed: 25Oktober 2013].

[4] Standards for Technology in Automotive Retail (2013). Internet Content Filtering. [Online], Available: http://www.starstandard.org/guidelines/DIG2012v1/ch14s02.html. [Accessed: 25 Oktober 2013].

[5] K9 Web Protection (2010). K9 Web Protection Download. [Online], Available: http://www1.k9webprotection.com. [Accessed: 25 Oktober 2013].

[6] K9 Web Protection (2010). K9 Web Protection Features. [Online], Available: http://www1.k9webprotection.com/aboutk9/product-features.   [Accessed: 25 Oktober 2013].

<!–[if gte mso 9]>

Mukti Winanda/23213094

Rizka Widyarini/23213018

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}