Tiga Serangan yang Pernah Terjadi pada Cloud Database

Cloud computing

Pada dunia digital seperti sekarang cloud computing sudah ada dimana-mana. Cloud computing tidak hanya solusi teknis yang dapat mengurangi biaya infrastruktur, tetapi juga model bisnis yang dapat dijual dan disewakan [4]. Dalam berbagai kasus pengguna menggunakan cloud tanpa mengetahui bagaimana menggunakannya. Hal ini menimbulkan sejumlah ancaman keamanan yang terkait dengan cloud computing. Cloud computing didefinisikan oleh US National Institute of Standards and Technology (NIST). Mereka mendefinisikan cloud computing sebagai model untuk dapat akses jaringan on-demand yang ada dimana-mana ke kumpulan sumber daya computing yang dapat dikonfigurasi (misalnya jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan)[2]. Skema cloud computing secara sederhana bisa dilihat pada Gambar 1. Skema Cloud Computing[3].

Gambar 1. Skema Cloud Computing [3]

Cloud computing terbagi menjadi 3 jenis, pada artikel ini pembahasan akan fokus kepada cloud computing platform as a service yaitu cloud database. Berdasarkan jenisnya cloud computing terbagi ke dalam beberapa jenis seperti pada Gambar 2. Jenis Cloud Computing [5].

Gambar 2. Jenis Cloud Computing [5]

Cloud database

Cloud computing tidak hanya mempengaruhi teknologi tetapi juga masuk ke dalam lingkup database. Semakin berkembangnya teknologi cloud computing, maka permintaan layanan database juga bisa semakin banyak. Cloud database merupakan database yang dapat diakses oleh client dari cloud service yang didistribusikan ke user melalui internet oleh cloud provider. cloud database membantu penyimpanan data yang semula menggunakan hard driver, CD ataupun hardware lainnya. Dengan menggunakan cloud data hanya perlu disimpan pada remote database yang telah disediakan oleh pihak ketiga [1], [2]. terdapat dua cara cloud database, yang pertama adalah menjalankan database pada server bersama di layanan cloud. Kedua adalah cloud database yang disediakan oleh penyedia cloud yang menghosting database dan menyediakan akses ke pengguna. Pengguna dapat memilih database sesuai dengan kebutuhan setiap penyedia layanan.[11]

  1. Untuk mode virtual machine image, pengguna cloud database dapat membeli ruang server dari penyedia, karena pengguna dapat menjalankan database pilihan pengguna dan mengunggah virtual machine image dengan salinan database yang optimal. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat cloud database dengan mudahnya karena vendor sudah membuatnya dengan sederhana dan mudah untuk dipahami. Edisi oracle 11 g enterprise bisa untuk go image di layanan web Amazon EC2. Seseorang dapat membuat cloud database dengan oracle untuk microsoft azure, dengan cara yang sama.
  2. Penyedia layanan cloud database juga memiliki layanan DBaaS. Salah satu keuntungan dari mode cloud database ini yaitu semuanya menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Pengguna hanya membayar berdasarkan penggunaan saja.
  3. Penyedia hosting cloud database bekerjasama dengan pihak ketiga. Misalnya MongoDB tersedia di layanan web Amazon dan juga Azure. Konsol yang disediakan oleh penyedia layanan cloud membantu mengakses dan menggunakan database. penguna dapat membuat cloud database, backup dan memantau operasi.
Gambar 3. Cloud Database [11]

Hal yang berkaitan dengan keamanan sistem informasi adalah yang berkaitan dengan jaringan komputer dan data yang ditransfer melalui jaringan komputer tersebut. Beberapa ancaman bisa terjadi dan dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar, hal ini harus disadari oleh setiap individu yang terlibat dalam pemakaian cloud database. Oleh karena itu, setiap individu sudah seharusnya mengetahui ancaman apa saja yang mungkin terjadi dan pernah terjadi, dan bagaimana hal itu dapat terjadi.

Serangan-serangan yang pernah terjadi pada cloud database

Ancaman serangan dan contoh kasus serangan yang mungkin dan pernah terjadi pada cloud database  adalah sebagai berikut:

Continue reading Tiga Serangan yang Pernah Terjadi pada Cloud Database