Instalasi WordPress di Sistem Operasi Debian Wheezy

Pada pos ini dibahas bagaimana membuat suatu aplikasi web berbasis WordPress pada sistem operasi Debian Wheezy. WordPress adalah aplikasi web blog yang gratis dan open source sehingga memiliki sumber daya yang luas dan dapat dijadikan pembelajaran manajemen peladen.

Langkah awal untuk instalasi WordPress yaitu menyiapkan beberapa berkas dan konfigurasi peladen web yang dikenal dengan Linux, Apache, MySQL, PHP (LAMP). Apache adalah aplikasi peladen web yang digunakan oleh WordPress. MySQL adalah sistem basis data yang digunakan WordPress untuk menyimpan informasi. PHP merupakan bahasa pemrograman peladen untuk koneksi sumber daya WordPress.

Langkah 1 – Instal Apache

Buka terminal dan ketik:

$sudo apt-get install apache2

Lalu periksa apakah aplikasi peladen telah berjalan dengan membuka web browser dan akses alamat peladen, misalkan 192.168.56.10 sehingga didapatkan hasil seperti pada gambar:

Hasil instalasi Apache
Hasil instalasi Apache

Langkah 2 – Instal MySQL

Buka terminal dan ketik:

$sudo apt-get install mysql-server

Saat instalasi MySQL berjalan akan ditanyakan untuk kata sandi root MySQL. Kata sandi tersebut akan digunakan untuk manajemen basis data sehingga tidak boleh lupa. Ketik dalam terminal untuk menyelesaikan instalasi:

$sudo mysql_secure_installation

Pada langkah ini akan ditanyakan beberapa konfigurasi untuk mengamankan MySQL sehingga masuk sebagai root dan ikuti pertanyaan yang diberikan seperti:

By default, a MySQL installation has an anonymous user, allowing anyone to log into MySQL without having to have a user account created for them.  This is intended only for testing, and to make the installation go a bit smoother.  You should remove them before moving into a production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] y                                            
 ... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] y
... Success!

By default, MySQL comes with a database named 'test' that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] y
 - Dropping test database...
 ... Success!
 - Removing privileges on test database...
 ... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] y
 ... Success!

Cleaning up...

Langkah 3 – Instal PHP

Buka terminal dan ketik:

$sudo apt-get install php5 php-pear php5-mysql

Setelah instalasi selesai, mulai ulang peladen web dengan ketik:

$sudo service apache2 restart

Untuk memeriksa apakah PHP telah berjalan, buatlah berkas inforamsi dengan menyunting:

$sudo nano /var/www/info.php

Lalu isi dengan kode berikut:

<?php
phpinfo();
?>

Simpan berkas dan keluar dari terminal. Akses dalam web browser alamat:

http://192.168.56.10/info.php

Hasilnya dapat dilihat sebagai berikut:

Hasil instalasi PHP
Hasil instalasi PHP

Langkah 4 – Unduh WordPress

Unduh berkas WordPress dengan ketik dalam terminal:

$wget http://wordpress.org/latest.zip

Ekstrak berkas sehingga didapatkan direktori WordPress dengan perintah:

$unzip latest.zip

Langkah 5 – Membuat Akun Pengguna dan Basis Data WordPress

Masuk sebagai root MySQL menggunakan kata sandi sebelumnya untuk membuat akun pengguna dan basis data dengan ketik dalam terminal:

mysql -u root -p

Pada tahap ini akan dibuat basis data untuk WordPress dengan nama wpdatabase, ketik:

CREATE DATABASE wpdatabase;

Lalu buatlah akun pengguna yang dapat mengakses basis data WordPress, ketik:

CREATE USER wpuser@localhost;

Atur kata sandi untuk mengakses basis data WordPress, ketik:

SET PASSWORD FOR wpuser@localhost= PASSWORD("dbpassword");

Berikan wewenang kepada akun pengguna agar dapat mengakses basis data WordPress, ketik:

GRANT ALL PRIVILEGES ON wpdatabase.* TO 
wpuser@localhost IDENTIFIED BY 'dbpassword';

Akhiri basis data dengan ketik:

FLUSH PRIVILEGES;

Untuk keluar dari MySQL, ketik:

exit

Langkah 6 – Konfigurasi WordPress

Buatlah berkas konfigurasi WordPress dari contoh dengan ketik dalam terminal:

cp ~/wordpress/wp-config-sample.php ~/wordpress/wp-config.php

Sunting berkas konfigurasi dengan ketik dalam terminal:

sudo nano ~/wordpress/wp-config.php

Cari baris kode yang memiliki informasi sebagai berikut lalu ganti dengan konfigurasi basis data WordPress:

// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'wpdatabase');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'wpuser');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'dbpassword');

Simpan berkas lalu keluar.

Langkah 7 – Salin Direktori WordPress

Salinlah direktori WordPress ke dalam direktori peladen dengan ketik dalam terminal:

$sudo cp -R ~/wordpress/* /var/www/

Lalu atur izin direktori menggunakan akun pengguna sistem operasi Debian Wheezy dengan masuk dalam direktori:

$cd /var/www/

Berikan izin pada akun pengguna dengan ketik:

sudo chown www-data:www-data /var/www/* -R 
sudo usermod -a -G www-data akunpengguna

Langkah 8 – Akses WordPress

Sebelum mengakses WordPress menggunakan web browser, ganti berkas indeks peladen web sehingga membaca berkas indeks WordPress dengan ketik dalam terminal:

$sudo mv /var/www/index.html /var/www/index.html.orig

Selanjutnya WordPress dapat diakses menggunakan web browser dengan alamat peladen web hingga memulai konfigurasi seperti pada gambar berikut ini:

Akses WordPress pada web browser
Akses WordPress pada web browser
Konfigurasi halaman WordPress
Konfigurasi halaman WordPress
Konfigurasi halaman selesai
Konfigurasi halaman selesai
Masuk sebagai akun web WordPress
Masuk sebagai akun web WordPress
Tampilan web admin
Tampilan web admin
Tampilan web WordPress
Tampilan web WordPress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *